Kisah Rasulullah dengan Pengemis buta

Sebuah kisah yang harus kita kongsi bersama......benar-benar berharap ia dapat
menjadikan iktiba buat kita semua. Ameen ........

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan
dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir,
apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".




Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan
yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan
pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW tiada lagi orang yang membawakan
makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat
terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA
yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya
kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku
kerjakan?".

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir
tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".

"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.
"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan
makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana ", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu
memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai
menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".
Abubakar RA menjawab, "Aku orang
yang biasa."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta
itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah
mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi
terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku",
pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada
pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah
seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah
tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA,
dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?

Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku
sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu
mulia.... "

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat
di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW?Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul
akhlaq, semulia-mulia akhlaq".





Khalid Al-Miski adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara', ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, "Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan memper­malukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku."
Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi, setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya.
Ketika Khalid yakin bahwasanya ia tidak bisa menye­lamatkan diri dari ancaman wanita tersebut, maka ia tampakkan dirinya menyetujui permintaannya dan meminta izin untuk ber­benah diri di kamar mandi. Wanita itu bahagia dan setuju. Khalid masuk ke kamar mandi dan berpikir bagaimana caranya agar dapat terhindar dari godaan ini. Kemudian, Allah memberi petunjuk, sekalipun nanti tubuhnya akan kotor. Tidak masalah, asalkan ia dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah. Kemudian, Khalid melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja, dengan demikian tercium bau tidak enak, kelihatan jelek, dan menjijikkan.
Khalid keluar dari kamar mandi, begitu wanita tersebut melihat Khalid kotor dan menjijikkan, ia menghardik dan me­nyuruhnya keluar serta mengusir dari rumahnya. Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita untuk menyelamatkan diri dan agamanya.Allah Ta'ala mengganti bau busuk dan menjijikkan itu dengan bau yang harum bagaikan minyak miski. Orang-orang pun dari kejauhan sudah mengetahui kedatangannya, sebelum mereka melihat Khalid, yaitu dengan mencium baunya yang harum.
Sejak saat itu orang-orang memanggilnya dengan Khalid Al-­Miski.Inilah seorang Mukmin yang sebenarnya, yang meyakini bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-geriknya setiap saat sehingga sekalipun di hadapannya seorang wanita yang cantik dan gemulai, namun ia merasa takut kepada Allah. Tidak takut kepada manusia atau undang-undang karena semuanya tidak dapat melihat dan mengawasinya sepanjang waktu. Hanya Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihatlah yang senantiasa memantau gerakannya. Khalid takut dengan bahaya yang ditim­bulkan oleh maksiat, maka ia mencari alasan dengan melumuri kotoran pada tubuhnya, dan justru ini menunjukkan kebersihan batinnya dan ketulusan imannya.
Kemudian, Allah mengganti­nya dengan bau harum semerbak di dunia dan baginya di akhirat pahala yang besar dan berlimpah.Sekarang ini, di zaman kita hidup, berapa banyak manusia melumuri wajah dan tubuhnya dengan parfum dan wangi­-wangian. Akan tetapi, bau busuk perbuatan mereka menjadikan mereka tercemar dan terbongkar keburukannya, walaupun mereka berusaha menutupi aibnya. Disebabkan mereka hanya takut kepada manusia, bukan kepada Allah. Balasan seseorang itu sesuai dengan jenis amalnya.



Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah.

Aku sangat mencintai Fathimah. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.
Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta'ala -lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.” Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi.Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat.
Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: Fulan ibn Fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar. Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan.Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku: “Mari menghadap al-Jabbar!”Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ulat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Akupun berkata: “Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!” Dia menjawab: “Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!”Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata: “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?” Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku.” Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: “Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!”Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: “Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!”Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.Dia berkata kepadaku:
“Wahai ayah, “belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid:16)Maka kukatakan: “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu.”Dia berkata: “Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”Dia Rohimahullah berkata: Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak: “Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku, ya, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” Lantas aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.Dia Rohimahullah berkata:Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama:“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid: 16).....Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi'in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: “Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka.”Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: “Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari. Dia berfirman kepadamu: “Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil.”.

Sumber: Qiblati edisi 06 tahun II – Maret 2007 M /Shafar 1428 Hllah Subhanahu wa Ta'ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas. (Misanul I'tidal, III/426).

Sumber: Qiblati edisi 06 tahun II – Maret 2007 M /Shafar 1428 H



AMALAN DI BULAN RAMADHAN
Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur ruhiyah (olah rohani).Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?


1. Berpuasa (Shiyam)


Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)


Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Meninggalkan puasa tanpa uzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu berpuasa sepanjang masa. “Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)


Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda. Inti puasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang kadarnya. Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkanya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksankannya. Dengan begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampunNya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)


Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh. Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun hana dengan seteguk air. Alah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa. “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai olehNya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab (kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).Selama berpuasa, jangan lupa berdoa. Doa yang banyak. Sebab, doa orang yang berpuasa mustajab. Ini kata Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang doanya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah doa orang-orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)


2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)


Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.


3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)


Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.


4. Perhatikan kesehatan


Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang berpuasa juga sebenarnya adalah orang yang peduli dengan kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama berpuasa Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan giginya dengan bersiwak, berobat dengan berbekam, dan memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah cemberut.


5. Jaga keharmonisan keluarga


Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi, punya efek yang luas. Termasuk dalam mengharmoniskan hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti menjauh dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam. Bukan juga tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw. berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak keluarganya. Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik ketika berbuka atau sahur. Di bulan lain hal ini sulit dilakukan. Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat berjamaah dan tadarrus bersama.


6. Berdakwah


Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun. Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat zhuhur, ashar, dan subuh di musholah atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.


7. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)


Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibkannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan antusiasme Anda.


8. I’tikaf


Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang kebanyakan itu.


9. Lailatul Qadar


Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.


10. Umrah


Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)


11. Zakat Fitrah


Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.12. Perbanyaklah TaubatSelama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.




Sabda Nabi saw :Sesungguhnya aku telah bermimpi ajaib malam kelmarin. Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatangi oleh malaikat maut untuk mengambil nyawanya, maka menjelmalah ketaatannya kepada kedua ibu bapanya, lalu menghalang malaikat maut itu daripadanya.Aku melihat juga seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan, maka menjelmalah zikrullah, lalu mengusir syaitan-syaitan itu daripadanya.Aku melihat juga seorang dari umatku telah diseret oleh malaikat azab, maka menjelang sembahyangnya serta melepaskannya dari tangan mereka.


Aku melihat juga seorang dari umatku sedang ditimpa dahaga yang berat, setiap kali dia datang ke sesuatu perigi, dia dihalang untuk meminum daripadanya, maka segera menjelang puasanya serta memberinya minum sehingga dia merasa puas.Aku melihat juga dari umatku yang mengunjungi kumpulan para Nabi, yang ketika itu sedang duduk berkumpul-kumpul, setiap kali dia mendekati mereka, dia diusir dari situ, maka menjelmalah mandi junubnya sambil memimpinnya ke kumpulanku seraya menunjuknya supaya duduk disisiku.Aku melihat juga seorang dari umatku dikabusi oleh suasana gelap gelita, di hadapannya gelap, di kanannya gelap, di kirinya gelap, di atas kepalanya gelap, di bawahnya juga gelap, sedang dia dalam keadaan bingung, maka menjelmalah haji dan umrahnya, lalu mengeluarkannya dari suasana gelap gelita itu dan memasukkannya ke dalam suasana terang benderang.


Aku melihat juga seorang dari umatku berbicara kepada kaum mukminin, akan tetapi tidak seorang pun dari mereka yang mahu membalas bicaranya, maka menjelmalah silaturrahimnya maka menyeru orang-orang itu, katanya : Wahai kaum mukmini, sesungguhnya orang ini sangat suka membantu kaum kerabatnya, maka sambutlah bicaranya, lalu mereka pun berbicara dengannya, mereka lalu bersalaman dengannya.Aku melihat juga seorang dari umatku sedang menepis-nepis bahang api dan percikannya dari mukanya, maka menjelmalah sedekahnya lalu menabiri muka dan kepalanya dari api itu.Aku melihat juga seorang dari umatku sedang diseret oleh malaikat Zabaniah ke merata tempat,maka menjelmalah amar makruf dan nahi mungkarnya seraya menyelamatkannya dari cengkaman mereka dan menyerahkannya pula kepada malaikat Rahmat.


Aku melihat juga seorang dari umatku sedang merangkak-rangkak, antaranya dengan Tuhan dipasang tabir, maka menjelmalah budi pekertinya seraya memimpinnya sehingga dibuka tabir tadi dan masuklah dia ke hadrat Allah Taala.Aku melihat juga seorang dari umatku terheret ke sebelah kiri oleh buku catitannya, maka menjelmalah perasaan takutnya kepada Allah lalu menukarkan tujuan buku catitan itu ke arah kanan.Aku melihat juga seorang dari umatku terangkat timbangannya, maka menjelmalah anak-anaknya yang mati kecil, lalu menekan timbangan itu sehingga menjadi berat pula.Aku melihat juga seorang dari umatku sedang berdiri di pinggir Jahannam, maka menjelmalah perasaan gerunnya terhadap seksa Allah Taala lalu membawanya jauh dari tempat itu.Aku melihat juga seorang dari umatku terjerumus ke dalam api neraka, maka menjelmalah air matanya yang mengalir kerana takut kepada Allah Taala, lalu menyelamatkannya dari api neraka itu.


Aku melihat juga seorang dari umatku sedang meniti titian Sirat manakala seluruh tubuhnya bergoncang, seperti bergoncangnya dedaun yan ditiup angin, maka menjelmalah baik sangkanya kepada Allah Taala lalu mententeramkan kegoncangannya itu dan mudahlah dia meniti hingga ke hujung titian itu.Aku melihat juga seorang dari umatku sedang meniti di atas Sirat, kadangkala dia merangkak dan kadangkala dia meniarap, maka menjelmalah selawatnya ke atas diriku, lalu iapun memimpin tangannya dan mengajaknya berdiri dan meniti hingga ke penghujung titian itu.Aku melihat juga seorang dari umatku sudah hampir tiba di pintu syurga, dan dengan sekonyong-konyongnya pintu ditutup, maka menjelmalah penyaksiannya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah, lalu membukakan pintu-pintu syurga itu untuknya, sehingga dia boleh memasukinya.(Berkata Al-Hafizh Abu Musa : Ini adalah Hadis hasan(bagus) diriwayatkan daripada Said bin Al-Musaiyib, Umar bin Zar dan Ali bin Zin bin Jad’aan)



Setelah segala urusan dunia selesai, mayat akan dikebumikankan dan setelah setelah selesai dikebumikan maka rohnya akan dikembalikan ke jasadnya untuk MENJAWAB SOALAN dari malaikat.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam ra, sebelum malaikat Munkar dan Nakir masuk, ada seorang malaikat lain masuk dahulu yang mukanya bersinar bagai matahari, namanya Roman. Dia masuk kepada mayat dan berkata:
"Tulislah apa yang kamu perbuat dari kebaikan dan keburukan semasa hidup di dunia dahulu."
Mayat menjawab:
"Dengan apa aku menulis? Mana penaku, mana dakwatku dan kertasku?"
Sahut malaikat Roman:
"LUDAHmu sebagai DAKWAT, JARImu sebagai PENA."
Mayat bertanya:
"Di atas apa aku menulis?"
Sabda Rasulullah saw:
"Maka malaikat itu memotong tali kapan dan dicarikkan kain kapan dan diberikan kepada mayat dan katanya: inilah bukumu dan tulislah sekarang"
Maka MAYAT itu MENULIS apa yang telah dilakukan semasa hidupnya dengan KEBAIKAN. Maka bila sampai pula untuk menulis kejahatan, mayat itu merasa malu untuk menulisnya. Kata malaikat:
"Wahai orang salah, sekarang ENGKAU merasa MALU untuk MENULIS KESALAHAN yang kamu lakukan dahulu. Kenapa kamu tidak malu terhadap Tuhan yang menciptakan akan kamu waktu kamu melakukan kesalahan dahulu, hingga kamu merasa malu kepada aku?"
Maka malaikat itu mengangkat tongkat hendak memukulnya. Lalu berkata si hamba tadi:
"Angkatlah saya dan saya akan menulisnya."
Diapun menulis semua sekali kejahatan hingga habis, lalu malaikat itu memerintahkan supaya dia melipat catitannya itu dan memberinya cop mohor.
Tanya si mayat:
"Dengan apa cop?"
Jawab malaikat:
"Kamu COP dengan KUKUmu itu."
Lalu diberikan cop kuku dan DIKALUNG di lehernya HINGGA ke hari QIAMAT. Firman Allah dalam surah Al-Isra' ayat 13 bermaksud:
"Dan tiap-tiap manusia itu kami telah tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetap kalong) pada lehernya dan kami keluarkan baginya pada hari qiamat sebuah kitab yang dijumpai dalam keadaan terbuka."
Lalu masuklah dua malaikat, Munkar dan Nakir. Jika yang mati ahli maksiat, maka pada hari qiamat diwaktu Allah memerintahkan untuk membaca kitabnya sendiri, maka dia pun membaca sehingga habislah kebaikan yang dilakukan. Tetapi bila sampai kepada keburukan dia pun berhenti. Maka firman Allah:
"Mengapa kamu tidak baca?"
Maka jawab si hamba:
"Aku malu kepada Mu ya Allah."
Firman Tuhan lagi:
"Mengapa kamu tidak malu di dunia dahulu? Mengapa sekarang baru malu?"
Akhirnya hamba tadi merasa sungguh menyesal tetapi sesalan yang tidak berguna lagi. Kemudian datang firman Tuhan lagi dalam surah Al-Haqqah ayat 30 dan 31 bermaksud:
"Peganglah dia dan belenggulah dia, belenggu tangan ke lehernya. Kemudian masukkan dia ke dalam api neraka yang bernyala-nyala"







Akhawatku,
Dewasa ini ramai muda mudi yang belum berpunya. Rasa rendah diri,stres dan gejolak rasa ingin memiliki membuatkan mereka berusaha memenangi hati dalam memiliki seseorang tanpa mengenal halal dan haram. Yang penting dapat. Apa yang dapat? KAHWIN? atau mengikut nafsu semata. Akhawat, maruah ialah kesanggupan untuk menjauhi yang haram dan dosa.

Akhawatku,
Pilu hati ini melihat remaja yang merana kerana cinta. Pilu walaupun mereka yang merasai peritnya penangan cinta dusta, mereka masih tidak mampu mengarah diri mencari cinta hakiki. Tak serik-serik lagi diri diperhambakan untuk menagih cinta sementara hingga sanggup berkonflik dengan PENCIPTA CINTA. Semua batas-Nya diredah segala, tak kenal dosa dan pahala.

Akhawatku,
‘’Benar bahawa lelakilah yang memulakan langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, lelaki itu tidak akan berani. Dan andai bukan lantaran lemah gemalaimu, lelaki tidak akan bertambah parah.’’

Cinta sebelum berkahwin itu hanya menjerumus ke lembah dosa dan zina. Jika mampu bertahan kejinjang pelamin sekalipun, percayalah bahawa rumah tangga itu takkan berkat. Apa tidaknya, asasnya dibina daripada dosa dan maksiat. Mana mungkin dapat menegakkan tiang takwa yang utuh kecuali dengan taubat. Rumah tangga akan menjadi tawar dan hambar. Semuanya dah dirasa dan terbiasa, nak rasa nikmatnya apa lagi?? Anak-anaklah yang akan menjadi mangsa. Terimalah ia sebagai hukuman di dunia. Amat pedih. Namum, terlalu sedikit berbanding pedihnya hukuman abadi di negeri sana.


Akhawatku,
Kuhembus nasihat ini kepadamu tanda kasih dan sayangku kerana Allah. Bagi yang belum berpunya, andalah pilihan Allah untuk mekar terpelihara sehingga tiba pula giliran anda mendapat seruan. Yakinlah! Jangan risau jika masih belum berpunya kerena mungkin Allah ingin bagi ketenangan dulu buat anda, untuk terus melangkah menggapai cita-cita. Usah peningkan kepala. Dia menguji anda sedikit masa lagi

Begitu juga buat pemuda yang belum berpunya, “first thing first” Utamakan yang lebih penting daripada apa yang penting. Kenali priority anda sekarang. Jika memang dah sampai saat nak memiliki, tabahlah dan teruskan berusaha. Ingat, pastikan waktu nak berusaha tu anda memang dah betul-betul mampu dan bersedia.

Memiliki seorang isteri solehah ibarat memiliki dunia dan seisinya. Sudah tentu jalan untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa amat berliku dan banyak cabaran. Jangan putus asa. Rasa mulia dengan usaha yang dicurahkan walaupun pinangan pernah di tolak, usah rasa malu dan terhina kerana Allah menilai setiap usaha selagi berjalan di landasan-Nya. Teruskan usaha. Ingat, usaha yang Allah redha sahaja. Bagaimana dengan sms siang malam? Atau bergayut di telefon memanjang? Atau ajak keluar, belanja makan? Begitukah?…

Berusahalah menyediakan diri dan pikatlah ibu bapanya terlebih dahulu. Itu tip memikat wanita beriman. Sebaik-baiknya gunakan orang perantaraan untuk lebih menjaga warak dan iman.

Seringkali, seseorang mencari kekasih ibarat dia mendaki gunung yang tinggi. Pepohon berduri sanggup diredah, curam dan jurang sabar dirempuh. Namun apabila dia memilikinya, didapati insan yang dikejar itu dedaunan kering cuma. Begitulah perumpamaan sia-sianya usaha yang tak disalur dengan suluhan petunjuk al-Quran dan sunnah.
Beringatlah, urusan jodoh tak ke mana. Sudah sedia tercatat seungkap nama di Loh Mahfuz untuk kita. Ianya urusan yang pasti. Apa yang tak pasti, sama ada kita mendapatkannya cara mulia atau sebaliknya. Waallahu’alam…
“Dinikahi wanita itu kerana empat perkara, kerana kecantikannya, kekayaannya, keturunannya dan agamanya, pilihlah yang beragama nescaya kamu akan bahagia’’

-------------------------------------------------------------------------------------

humaira said: Selantas berfikir, Allah memberikan kepada hambaNya menurut perkiraan hambaNya. Juga Allah memberikan pasangan kepada seseorang adalah insay yang terbaik untuk dirinya.Faktor usaha juga banyk memainkan peranan. Saling lengkap dan juga melengkapi. Janganlah takut kepada cabaran menikah. Menikah sangat2 dianjurkan oleh Islam dan juga Nabi. Golongan yang inginkan pernikahan adalah satu golongan dari beberapa golongan yang Allah S.W.T akan memberikan pertolongan seperti yang telah disebutkan dalam Surah An-Nur ayat 32. Ini janjiNya. Tiada janji yang pernah Allah mungkiri. Cuma , bila waktu dan ketikanya itu, kita tidak tahu. Yang penting, usaha. Usaha pun biarlah kena dengan syari'at, dan jangan pakai tangkap muat semasa memilih.

Barangkali ada yang berfikir , bilakah agak-agaknya Allah mengurniakan pasangan hidup buat kami? Bilakah? Bila? Ya Allah, Yang Maha Mengetahui. Jiwa kami merintih kecemburuan melihatkan sahabat-sahabat kami yang bahagia dalam keberkatan setelah berumahtangga(ikatan yang halal dan sah), dan kami juga berasa kerisauan melihatkan kebahagiaan pada diri-diri mereka yang bercouple tidak tentu hala dan apakah hujung kesudahan perhubungan mereka itu jika tiada langsung memasang niat untuk menikah. kerap berdating dan juga berjumpa tanpa ada hal yang munasabah akan menghalang faktor keberkatan. Tidak ada perkara yang lebih patut bagi kedua-dua insan yang saling mencintai selain dari nikah.

Ucapan tahniah buat classmate yang alhamdulillah telah selamat berumahtangga; iaitu Ridhiallah dan isteri, A'sah dan suami, Nasuha dan suami. Moga kalian memperoleh kesempurnaan agama. Aku tumpang gembira apabila kalian mendapat pasangan yang soleh untuk menemani hidup dan perjuangan hidup kalian.

Alhamdulillah, syukur juga kepada Allah kerana dengan izinNya pada baru-baru ini , sahabatku semasa di Kulliah Lughah Waddin 2004 telah juga menyempurnakan separuh dari agamanya, dan separuh lagi akan disempurnakan mereka setelah berumahtangga. Tahniah buat ukhti dan juga suami. Barokallahulakuma wa jama'a bainakuma fil khoir. Subhanallah.. Kedua-duanya adalah hafiz dan hafizah dan masing-masing istiqamah dalam perjuangan dan dakwah. Sama hebat dan sama padan. Tahniah.

Allah akan memberikan pasangan kepada seseorang bila tiba masanya. Yang sudah sampai masanya, alhamdulillah. Yang belum sampai, in sya Allah akan tiba detik itu. Jangan stress sangat, bila orang duk tanya.. "Kak , bila pulak nak nikah, bila pula nak berpndah ke fasa kehidupan yang seterusnya?".. Jawapannya : Senyum ajelah. Berdoalah.

Doa adalah hadiah yang amat mahal.


Artikel ini di copy and paste from http://debu86.blogspot.com yg diambil dari.. http://drnurani.blogspot.com.


WALLAHUA'LAM